| Cara Hemat Pulsa |
Tarif ponsel naik memang menyesakkan dada. Namun ‘membuang' ponsel jelas tak mungkin dilakukan. Ponsel telah menjadi salah satu perangkat pendukung terpenting aktivitas sehari-hari. Sungguh menyebalkan jika tarifnya terus menanjak. Mungkin beberapa hal berikut bisa dilakukan untuk mensiasati agar pulsa tak menggelembung. 1. Ganti ke Pasca Bayar Bagi yang masih memakai pra bayar segeralah beralih. Tak perlu khawatir harus berganti nomor. Sekarang hampir semua operator memberi kemudahan migrasi. Cukup datang ke kantor pusat layanan operator. Tarifnya jauh lebih murah. Sekedar contoh, tarif percakapan kartu Matrix pada jam sibuk (08.00 -22.00 WIB) per menit ke PSTN Rp. 503, 75 ; ke nomor sesama Indosat Rp. 812,5 ; dan ke seluler operator lain Rp. 910. Sementara pada Mentari pada waktu yang sama per menitnya ke PSTN Rp. 816 ; ke nomor sesama Indosat Rp. 1500 ; dan ke seluler operator lain Rp. 1713. Bahkan belum lama ini Telkomsel dan Indosat meluncurkan paket kartu pasca bayar yang bisa dipilih sesuai kebutuhan. Bila jeli memilih, Anda bisa menikmati tarif yang lebih ekonomis lagi. Ada tiga paket dari Telkomsel yaitu: free roaming, free 150 SMS, dan free Abonemen. Sementara Indosat mengeluarkan paket Matrix bebas roaming dan free abonemen. 2. Kurangi Menelepon Pada Jam Sibuk Bersyukurlah bagi pelanggan operator yang menerapkan tarif flat. Tak dibedakan argo pulsa antara siang atau malam. Pada kartu pra bayar hanya Simpati dan IM3 Smart yang tidak menggunakan tarif flat. Sedangkan untuk kartu pasca bayar, hampir semua operator membedakan tarif percakapan pada peak hour dan offpeak/ hari libur & raya. Rata-rata tarif percakapan pada jam sibuk per menitnya lebih mahal hingga 25 persen. 3. Gunakan SMS dan Layanan SMS Gratis Paling mahal tarifnya ‘cuma' Rp. 350. Sedangkan SMS internasional Rp 500. Komunikasi juga tak kalah asyik dibanding menelepon. Jika tak harus menelepon lebih baik pakai layanan SMS. Apalagi kini tak terbatas hanya 160 karakter. Tentu Anda harus mengaktifkan fitur ‘long messages' pada ponsel Anda. Jika sedang selancar internet, manfaatkan layanan SMS gratisan. Anda bisa menggunakan layanan dari sms.ac, yahoo2SMS,atau mtnsms.com. Di paket kartu Halo Anda bisa SMS gratis sebanyak 150 kali. Lumayan kan? 4. Mulai Membiasakan Diri Dengan Layanan MMS Ini lebih asyik lagi. Pesan bisa berupa gabungan suara, gambar, dan kata-kata sekaligus. Tak perlu khawatir dengan keterbatasan karakter. Sekali kirim bisa ribuan karakter. Dijamin uneg-uneg saat ‘curhat' bisa tertampung semua hanya dengan beberapa kali kirim MMS. Tarifnya paling mahal hanya Rp. 1250 per MMS. Bisa dihitung lagi dengan pasti. Bila menelepon pasti tidak akan terasa. Tahu-tahu pulsa jebol. 5. Mainkan Konten Ponsel Pas sendiri atau berada di tempat yang ‘asing', pasti Anda sering cari-cari kesibukan. Kirim SMS atau menelepon biasanya menjadi pilihan pertama. Kalau sudah begitu pulsa pasti kedodoran. Tentu Anda tak mau kan? Untuk menghilangkan rasa suntuk, sudah saatnya isi ponsel dipakai semaksimal mungkin. Koleksi games dan ringtone bisa dimainkan. Agar tak membosankan rajin-rajinlah mengganti atau menambah koleksi itu. Biar tak ada lagi istilah bengong dan iseng menelepon teman setiap saat dimanapun Anda berada. 6. Manfaatkan layanan download gratis Jangan terlalu banyak ‘korbankan' pulsa Anda untuk download games, ringtone, wallpaper. Kalau ada yang gratisan kenapa tidak. Memang sih Anda akan masih dibebani tarif akses data GPRS. Tetapi jangan terlalu khawatir sebab lumayan murah, rata-rata hanya Rp.25 per kilobite. Bahkan Mobile-8 cuma Rp. 5 per kilobite. Sedang harga konten gratis. Kunjungi saja situs semacam Tagtag.com. Koleksinya pun lumayan lengkap. Minimal bila tertarik pada konten yang disediakan content provider jangan buru-buru beli. Cari saja terlebih dulu di situs gratisan itu. Note : hooo karena saya orang yang sangat boros pulsa :) --------- sumber : telset magazine http://www.dudung.net/artikel-bebas/cara-hemat-pulsa.html |
Sabtu, 13 Agustus 2011
cara hemat pulsa
Jumat, 12 Agustus 2011
Sajak Semut Merah : 05 Desember 2010
Batang telah merapuh merasakan kering dedaunan iniPijakan kakiku seolah merontokkan tulang reranting
Setiap Teriak Perintahku, pada Pasukankupun Seolah melayukan akarakar
sesampai tak kuasa lagI menjalar
PeRsatu dari baGian pohon ini mati, mengantar pula pada ajal keseluruhan jiwa pepohonan
ini berbeda. Tak seperti biasa yang kulihat meraksasa berkepala hIjau meneDuhkan sesampai gelap untuk kemungilanku
Bukan karena aku!
Tak mungkin. Aku hanya titik merah yang merayap tanpa melukai nya. Jangan salahkan aku!
aku berkisah, bukan puisi belaka
Jemariku tak segemulai yang dulu,
kegagalan metamorfosa yang memburuk
membangun stimulus baru
tetapi kesalahan fatal pada enzim tindak langkahku
Aku ini siapa?
Bukan, Bukan binatang jalang yang oleh chairil anwar berlaku pada aku
Bukan juga Nabi, yang oleh sekelompok orang bodoh mengaku akuinya
ini aku!
Aku, seorang pemuda tampan dengan hidung mancung menawan menatapmu,
melihat dari sisi ke sisi, antar sudut. Dan ku kalikan antara sisi dan sisi hingga sempurna berbentuk seorang gadis. Itu kamu!
Ini aku, Membawakan warnawarni polkadot cinta tiada berujung
dimana titik temu? Seolah kita lupa bahwa ini garis sejajar
abstrak...
Renrantingan berjatuhan jugalah,
ketika asam asam menghujan memberi sengir rasa cinta
besipun tak kuasa menjaga kilaunya
semua berkarat, terinfeksi keasaman hujan yang dikata reaksi kimia
puisi cinta.
28 januari 2011
kegagalan metamorfosa yang memburuk
membangun stimulus baru
tetapi kesalahan fatal pada enzim tindak langkahku
Aku ini siapa?
Bukan, Bukan binatang jalang yang oleh chairil anwar berlaku pada aku
Bukan juga Nabi, yang oleh sekelompok orang bodoh mengaku akuinya
ini aku!
Aku, seorang pemuda tampan dengan hidung mancung menawan menatapmu,
melihat dari sisi ke sisi, antar sudut. Dan ku kalikan antara sisi dan sisi hingga sempurna berbentuk seorang gadis. Itu kamu!
Ini aku, Membawakan warnawarni polkadot cinta tiada berujung
dimana titik temu? Seolah kita lupa bahwa ini garis sejajar
abstrak...
Renrantingan berjatuhan jugalah,
ketika asam asam menghujan memberi sengir rasa cinta
besipun tak kuasa menjaga kilaunya
semua berkarat, terinfeksi keasaman hujan yang dikata reaksi kimia
puisi cinta.
28 januari 2011
Bumi kepada Hujan
Sajak ke 2, setelah normalnya saya!
Enjoy it!
Seperti biasa, Bacalah tanpa mengucap, nikmati tanpa mencela dan tinggalkan jika kamu tak suka!
###
Bumi kepada Hujan
Dear Hujan,
saya bumi, terimakasih telah membantu saya menghijaukan sketsa-sketsa keindahan yang saya minta
Tapi, meraung disana!
Menangis disini.
Seolah poriku tak lagi miliki fungsi.
Mereka meneriakimu, mencela memaki
Saya Bumi, Berfikir keras dalam bodohku?
Tanpa memihak mengadilimu, menelanjangimu dalam hina beranak pinak
sampai, sebejat itukah kamu?
Tidak, Tidak. Kamu sangat baik.
Salahkan saya jika keadilan membuatmu mati tertelan.
Saya bumi, Ingin sekali menyerukan "Hujan adalah teman, satu aliran nafas dari tangan Pemegang Kesempurnaan"
siapa saya. Saya hanya bumi. Menerima pasRah pemogokan budak makhluk-makluk berhati.
Taukah kamu hujan, tanpamu saya akan kering kerontang, tak mungkin setampan sekarang.
Taukah kamu hujan,
kamu tak pernah datang berlebihan
saya bumi, dalam pagutan pelukan makhluk berhati yang sama sekali tak mengerti apa itu 'FUNGSI'
Hujan, datanglah mengantri pada matahari. Tetap pada hak jalur yang kamu miliki. Janan, Jangan kamu rebut hak matahari. Seperti makhluk berhati itu berebut tak kenal maut.
Saya bumi, memintamu hujan temani saya, temani saya meski kamu tak tampakkan diri.
KTA, 12/02/2011
Ikhlas Untuk Memaafkan
Ikhlas memaafkan kesalahan orang lain adalah suatu perbuatan yang tidak mudah, apalagi jika kesalahan yang dibuatnya adalah suatu kesengajaan untuk menyakiti hati kita. Tapi percayalah keikhlasan kita memaafkan orang yang berbuat salah pada kita akan membuat kita lebih tenang dalam menjalani kehidupan ini.
Sembilan tahun yang lalu aku adalah seorang ibu muda yang masih belajar untuk mengendalikan emosi dalam menjalani hidup berumah tangga. Aku dikaruniai seorang putri. Kami tinggal disalah satu kompleks perumahan yang rata2 dihuni oleh pasangan muda yang masing2 juga punya anak yang sebaya.
Mungkin ada saja orang yang selalu merasa lebih kaya, lebih alim, dan lebih pintar dari kita. Aku adalah orang yang bisa dibilang disepelekan oleh salah satu tetangga. Sering tahu2 diam dan nggak mau menyapa tanpa tahu aku salah apa, dan anakku selalu menangis jika bermain dan disitu ada anaknya dia.Kubesarkan hati untuk selalu menyapanya, memberinya sesuatu untuk menghilangkan kebenciannya meski aku tak pernah tahu apa yang membuatnya marah atau membenciku, berdoa adalah kunci kekuatan hatiku, karena aku tahu Allah itu tidak pernah tidur, Allah maha melihat, juga maha mendengar.
Kadang aku bertanya pada diriku sendiri mungkinkah karena aku termasuk orang yang tidak mampu saat itu, tapi sudahlah kukubur semua prasangka burukku,karena aku nggak mau prasangkaku akan menjadi bumerang padaku dan keluargaku. Aku hanya yakin satu hal bahwa aku masih punya Tuhan yang tidak pernah meninggalkanku yang selalu akan mendengar doa2 setiap hambanya.
Waktu terus berlalu, dan Tuhan pun menjawab doaku. Suatu hari dia datang dan meminta maaf padaku. Meski aku tahu mungkin masih ada perasaan malu untuk mengakui kesalahannya. Aku rasanya berada di ujung langit yang begitu tinggi, karana aku telah menundukkannya dengan dia datang ke rumah dan mengucap kata maaf di depanku.
Semula susah sekali melupakan begitu saja kesalahan2 dan sikap2 nya yang selalu menyepelekanku apalagi terhadap anakku. Meski sampai sekarang aku tak pernah tahu apa yang membuatnya bersikap begitu. Apakah karena dia merasa lebih dan lebih di bandingkan aku, aku tak pernah menanyakannya. Dan bagiku itu tak perlu kutanyakan.
Kutanggapi permintaan maafnya dengan senyuman, meski dalam dadaku berkecamuk perasaan yang tidak karuan, antara ya dan tidak. Karena sembilan tahun bukanlah waktu yang singkat untuk kita bersabar menghadapi kelakuannya padaku dan anakku.
Untuk memunculkan keikhlasan dalam diriku tidaklah mudah. Beberapa malam susah pejamkan mata, susah khusyuk dalam sholat. Kusembunyikan p erasaan gundahku dari pandangan suamiku. Sampai suatu hari kusadari bahwa aku harus benar2 ikhlas memaafkannya, baru kurasakan ketenangan dalam hidup. Kuhilangkan perasaanku yang merasa menang atas permintaan maafnya padaku.Aku yakin jika kita selalu ikhlas memaafkan kesalahan orang lain, kita akan selalu menemukan kemudahan, paling tidak untuk ketenangan batin kita, agar tidak selalu diselimuti oleh dendam.
Dan satu yang paling penting adalah kekuatan doa dan kesabaran adalah kunci dari keikhalasan untuk memaafkan setiap kesalahan.
adapted from; http://www.resensi.net/1022/2011/06/
Beberapa Ibu tangguh yang hanya ada disini?
Entah,
aku juga lupa kapn pertama kali aku tinggal disini. Dikosan ini,
"SUmcost"
hingga saat ini sudah memasuki tahun ke enam,
ah rasanya baru kemarin aku datang dengan begitu lugunya dengan kepolosan.
Ternyata sudah selama ini, sampai aku mengerti setiap detil rumah ini. Adalah saksi kokoh kejadian kejadian yang mungkin tak sempat terekam otakku.
Kasih sayang seorang kakak, persahabatan, konflik, tawa dan canda juga semua aspek siklus hidup bersama.
Inilah kenangan:
Dikota kecil ini aku banyak sekali mengenal orang-orang yang sebelumnya sama sekali tak terbayang.
Dari petugas parkir, tukang becak, fotocopy, penjaga warnet bahkan sampai pedagang sayur keliling sudah hafal betul dg aku.
Hahaa saking lamanya aku kos disini..
Juga Ibu-ibu tanguh yang sampai hafal detil denganku.
Aku menemukan ketulusan itu, ketulusan seorang ibu.
Ketulusan dan semua ketulusan mereka....
beberapa ibu itu, ibu tangguh yang selalu melengkapi harihariku ...
*Ibu tangguh pertama yang tak pernah akan aku lupakan adalah ibu pemilik kos ku, seorang janda beranak tiga yang mampu melakukan apapun, mau bekerja apapun kasar atau lembut bukanlah ukuran baginya. Kasih sayangnya yang menganggap kami layaknya anak sendiri, tanggung jawab besarnya yang tak pernah membuatnya surut untuk mewakili orang tua kami. Aku mencintai dia, aku mencintai karena cintanya...
*Ibu dari temanku adalah ketangguhan kedua yang aku dapatkan, aku tak begitu dekat dengan teman SMP ku itu, tp aku sangat dekat dengan ibunya, peramah, penasehat, senyum keanggunan seorang perempuan adalah dia, ketulusan yang ia pancarkan.
*ibu tua petugas parkir disalah satu toko besar di barat kosanku yang juga berperan dalam memberi warna dalam hidupku, senyum sapanya setiap siang. Siangku akan terasa kurang tanpa melihat senyumnya.
*ibu pemilik kosan samping kosku, yang biasa aku panggil mami yang heboh dan periang.
Aneh tapi nyata itulah dia.
*ibu pemilik toko dekat warnet depan kosanku, yang sibuk menanyai ini dan itu ketika aku mampir ke tokonya.
*ibu pemilik warung lotek yang setiap hari aku rampok kelezatan lotek dan aneka gorengannya yang selalu eksis dengan banyolanyya.
Yaaaaah, masih banyak ibu ibu lain yang membuat aku belajar dari mereke, tanpa terpaksa tapi dari sebuah ketulusan.
Aku sangat mengagumi seorang ibu yang berjiwa anggun bukan berarti lemah, aku mencintai mereka. Mereka sangat mengenalku karena aku mau mengenali mereka.
Ini adalah kelebayanku karena ibu ibu itu. Hahhahhaaa
aku juga lupa kapn pertama kali aku tinggal disini. Dikosan ini,
"SUmcost"
hingga saat ini sudah memasuki tahun ke enam,
ah rasanya baru kemarin aku datang dengan begitu lugunya dengan kepolosan.
Ternyata sudah selama ini, sampai aku mengerti setiap detil rumah ini. Adalah saksi kokoh kejadian kejadian yang mungkin tak sempat terekam otakku.
Kasih sayang seorang kakak, persahabatan, konflik, tawa dan canda juga semua aspek siklus hidup bersama.
Inilah kenangan:
Dikota kecil ini aku banyak sekali mengenal orang-orang yang sebelumnya sama sekali tak terbayang.
Dari petugas parkir, tukang becak, fotocopy, penjaga warnet bahkan sampai pedagang sayur keliling sudah hafal betul dg aku.
Hahaa saking lamanya aku kos disini..
Juga Ibu-ibu tanguh yang sampai hafal detil denganku.
Aku menemukan ketulusan itu, ketulusan seorang ibu.
Ketulusan dan semua ketulusan mereka....
beberapa ibu itu, ibu tangguh yang selalu melengkapi harihariku ...
*Ibu tangguh pertama yang tak pernah akan aku lupakan adalah ibu pemilik kos ku, seorang janda beranak tiga yang mampu melakukan apapun, mau bekerja apapun kasar atau lembut bukanlah ukuran baginya. Kasih sayangnya yang menganggap kami layaknya anak sendiri, tanggung jawab besarnya yang tak pernah membuatnya surut untuk mewakili orang tua kami. Aku mencintai dia, aku mencintai karena cintanya...
*Ibu dari temanku adalah ketangguhan kedua yang aku dapatkan, aku tak begitu dekat dengan teman SMP ku itu, tp aku sangat dekat dengan ibunya, peramah, penasehat, senyum keanggunan seorang perempuan adalah dia, ketulusan yang ia pancarkan.
*ibu tua petugas parkir disalah satu toko besar di barat kosanku yang juga berperan dalam memberi warna dalam hidupku, senyum sapanya setiap siang. Siangku akan terasa kurang tanpa melihat senyumnya.
*ibu pemilik kosan samping kosku, yang biasa aku panggil mami yang heboh dan periang.
Aneh tapi nyata itulah dia.
*ibu pemilik toko dekat warnet depan kosanku, yang sibuk menanyai ini dan itu ketika aku mampir ke tokonya.
*ibu pemilik warung lotek yang setiap hari aku rampok kelezatan lotek dan aneka gorengannya yang selalu eksis dengan banyolanyya.
Yaaaaah, masih banyak ibu ibu lain yang membuat aku belajar dari mereke, tanpa terpaksa tapi dari sebuah ketulusan.
Aku sangat mengagumi seorang ibu yang berjiwa anggun bukan berarti lemah, aku mencintai mereka. Mereka sangat mengenalku karena aku mau mengenali mereka.
Ini adalah kelebayanku karena ibu ibu itu. Hahhahhaaa
Hati dan Apel
Kita ini satu kumpulan dalam sebuah ekosistem bernama dunia. Pun kumpulan itu kemudian terbagi-bagi dalam kumpulan selanjutnya bertajuk negara. Negara itu selanjutnya, demi kemudahan untuk mengatur semuanya. Dibentuklah bagian-bagian kecil di dalamnya.
Kita mengenal kumpulan-kumpulan kecil dalam kehidupan kita. Bertetangga, lingkungan kerja, sekolah dan lainnya pula. Di tengah-tengah kumpulan itu pun satu sama lain saling menjalin hubungan. Baik itu pertemanan, persahabatan, atau yang lebih dekat lagi, ialah persaudaraan. Meskipun darah tak menjalinkan hubungan kita. Namun, seringkali hubungan-hubungan itu begitu kentalnya, hingga entah mengapa, bisa mengalahkan kekentalan tetesan darah.
Apalah yang kita harapkan dari sebuah hubungan kawan..? Tentu ketulusan adalah satu hal spesifik yang kita tuntut dari siapa yang kita sayang, sekaligus nampak dalam pikiran kita, bahwa ia pun menyayangi kita. Bisa jadi, ada di antara kita yang merasa telah sepenuh hati berusaha membuktikan ketulusan itu dengan tindakan, sikap dan kata-kata kepada siapa yang dicintainya sebagai apapun dalam hidupnya. Sehingga ia merasa sudah sepantasnya mendapatkan perlakuan yang sama sebagai balasan dari yang dicintainya itu. Mungkin.. Kebanyakan kita merasakan hal yang sama. Betapa senang dan bahagianya, jika harapan kita itu wujud dan memang dihadirkan dengan kesungguhan yang sama dari orang yang kita cintai. Tentu itu rasa yang luar biasa.
Betapa berharganya sebuah cinta yang melingkupi hubungan pertemanan, persahabatan dan persaudaraan. Menyejukkan setiap hati yang bernaung di bawahnya. Melembutkan jiwa setiap insan yang berasik-asik di dalamnya. Kemudian pribadinya membening dengan kesetiaan yang teraplikasi nyata dalam seluruh gerak-gerik dan perilakunya terhadap siapa yang dicintainya itu. Perhatian, pemakluman, teguran penuh cinta, mengingatkan dengan sayang, dan memberitahu sepenuh sayang. Maka hati kita kala itu, adalah sebuah kristal jernih yang seketika ada debu, sekejap kemudian, telah hilang oleh kesucian cinta kasih dan sayang.
Tetapi, kemanusiaan kita ini. Kadang merupakan jiwa-jiwa pelupa. Sesekali, hatinya goyah oleh setitik kerapuhan yang tumbuh seiring ketangguhan akal yang Allaah karuniakan. Bahkan insting kita sangat peka menangkap ‘ketidakbenaran’ nun jauh di depan sana, sekalipun itu terjadi dalam satu ruang bernama ‘rahasia’. Kemudian betapa, rasa penasaran, untuk menemukan kebenaran yang kita inginkan, kemudian menghalangi kita dari sebuah sifat para orang shalih yang seringkali kita dengar. Apa itu.. Husnudzan, bersangka baik. Seketika kesungguhan kita untuk mencintai, terkalahkan oleh keinginan menemukan ‘cela’ pada saudara kita. Bahkan kita melakukan itu di belakang, layaknya seorang keji yang menikam mangsanya dengan sikap pengecut.
Tak banyak yang mampu menikam jika bukan karena sedikit rasa ‘tidak suka’ yang ada dalam dadanya. Sesungguhnya hati itu sedang sakit karena rasa tidak sukanya. Kemudian ketika ia berusaha mencari titik kesalahan pada diri yang tidak disukanya itu. Sesungguhnya pula ia sedang memperparah sakitnya. Seperti sebuah luka yang kemudian disiramkan padanya air keras. Ia menambahkan nyeri yang perih pada hatinya.
Jika hati itu buah apel. Buah apelnya telah berisi ulat. Ketika tumbuh prasangka tidak baik pada hatinya, maka ulat itu mulai menggerogoti apel sedikit demi sedikit. Kemudian hati itu menggerakkan pikir dan raganya untuk mengorek-ngorek kesalahan yang ada dalam sangkaannya. Maka ulat-pun telah menghabiskan apel. Hingga hati itu gelap, tertutup benci pada seseorang yang mungkin awalnya kita sayang atau kita hormati.
Sekali lagi.. Jiwa kita memang jiwa yang pelupa. Sedangkan janji dan jaminan surga, telah diberikan kepada seorang shahabat pada zaman Rasuulullaah Muhammad, yang tak pernah menjadi khalifah. Namun, ia kan berada di surga bersama ‘Ali, Abu Bakar, Ustman dan Umar. Jaminan surga yang dimaklumatkan oleh Rasuulullaah dalam satu waktu shalat. Jaminan surga, yang kemudian diceritakan dalam shirah, didapatkannya karena membersihkan hatinya dari prasangka kepada semua orang yang ditemui dari pagi hingga malam hati. Sehingga kebencian tidak tumbuh dalam hatinya.
Jaminan surga itu, memang sebuah bintang terang yang berada di ujung impian kita. Namun, adakah apel yang keropos dimakan ulat, akan sampai di rak makanan di supermarket terbaik..??
Hiks.. Duhai hati.. Jadilah apel yang segar. Singkirkan ulat dari celah-celah kulit dan dagingmu.
adapted from :http://putrigobel.com/hati-dan-apel.html#more-540
adapted from :http://putrigobel.com/hati-dan-apel.html#more-540
Langganan:
Postingan (Atom)






























