Bismillah Pictures, Images and Photos
Tampilkan postingan dengan label Adapted from.... Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Adapted from.... Tampilkan semua postingan

Rabu, 26 Oktober 2011

Sabar akan Menguatkanmu, Syukur akan Meninggikanmu


Seorang Mukmin adalah pribadi yang berjiwa besar, selalu menjadi pemenang atas hidup yang ia jalani. Ia selalu bersyukur atas apa yang ia terima, dan bersabar atas apa yang tidak ia nikmati. Ia selalu menjadi pengendali atas apa yang dianugerahkan, dan apa yang ditimpakan.
Syukur dan sabar adalah dua bagian iman. Keduanya adalah kembaran yang saling menyempurnakan. Keimanan akan sempurna ketika keduanya ada. Iman akan cacat ketika salah satunya hilang. Dan iman lenyap ketika keduanya pergi dari seseorang.  “Iman ada dua bagian: setengah ada dalam syukur, dan setengah lagi ada dalam sabar” (Nabi Saw)..

Namun syukur seorang Mukmin lebih mengemuka ketimbang kesabarannya. Ketika kesulitan ia rasakan, ia bersabar tetapi ia lebih bersyukur atas kondisi tersebut. Karena baginya kesulitan adalah nikmat yang dianugerahkan dengan cara berbeda, yang juga harus disyukuri. Bersabar itu berderajat tinggi. Namun bersyukur atas sesuatu yang disabari kerapkali berderajat lebih tinggi lagi.
“Kerapkali seorang yang bisa makan dengan penuh syukur, lebih tinggi derajatnya ketimbang seorang berpuasa yang bersabar” (Nabi Saw).
Bersabar itu sulit dan berat. Tetapi bersyukur bisa lebih berat lagi. Ketika seorang ditimpa kesulitan, ia hanya punya pilihan untuk bersabar. Namun ketika dianugerahi nikmat, tidak sembarang orang bisa mensyukurinya. Setiap orang cenderung lalai. Nikmat yang sedikit disesali, nikmat yang banyak tidak disyukuri. “Hanya sedikit dari hamba-Ku yang pandai bersyukur” (QS Saba, 34:13)
Itulah sebabnya nilai syukur bisa lebih tinggi dari pada sabar. Sabar akan membuat seseorang ditemani Tuhan (sesungguhnya Allah bersama orang-orang sabar). Tetapi syukur akan membuatnya makin dekat dengan-Nya.
Maka, bersabar, sekaligus bersyukur. Sebab selalu ada nikmat yang DIA simpan dalam setiap kesulitan yang harus disabari.
Sabar akan menguatkanmu, sedangkan syukur akan meninggikanmu. Sabar akan membuatmu berteman Tuhan, sedangkan syukur akan membuatmu dan DIA lebih dekat …. Sungguh tidak ada kekasih yang menolak harapan pecintanya…

Bandung, 30 Agustus 2010
Ashoff Murtadha

adaptedfrom:http://ashoffmurtadha.com/2010/08/46-sabar-akan-menguatkanmu-syukur-akan-meninggikanmu/

Rabu, 17 Agustus 2011

Keberkahan Seuntai Kalung Putri Rasul Yang Mulia

"Kalung yang mengenyangkan orang lapar, menutupi yang telanjang dan mencukupi yang miskin serta membebaskan seorang budak".
Seusai shalat berjamaah, Rasulullah saw duduk dan para sahabat melingkari beliau tiba-tiba datang seorang tua yang hampir saja tak berdaya menopang tubuhnya karena lapar.
Orang tua itu berkata : " Ya Rasulallah, aku kelaparan, berilah aku makan, aku tidak punya pakaian, beri aku pakaian dan aku miskin beri aku kecukupan ". Rasul yang dermawan itu berkata : " Aku tak punya apapun untukmu, akan tetapi orang yang memberi petunjuk kepada kebaikan ganjarannya sama dengan orang yang melakukannya, karena itu cobalah datang ke rumah orang yang mencintai Allah dan RasulNya dan dicintai oleh Allah dan RasulNya, tentu dia akan mendahului Allah ketimbang dirinya sendiri, pergilah ke rumah Fatimah, hai Bilal, tolong antarkan ia ke rumah Fatimah.
Maka berangkatlah mereka ke rumah putri Rasul yang mulia Fatimah, sesampainya didepan rumah Fatimah, ia memanggil dengan suara keras : assalamu`alaikum, wahai keluarga Nabi shallallahu alaihi wa sallam, keluarga dimana Jibril as menurunkan alqur`an dari Rab semesta alam ".

Setelah menjawab salam, Fatimah bertanya : " siapakah bapak? " Ia menjawab : " aku orang tua dari suku arab baduy, aku telah bertemu ayahmu, pemimpin umat manusia, sementara aku wahai putri Rasul, adalah orang yang tidak berpakaian, lapar dan miskin, bantulah aku, semoga Allah memberkahimu ".
Saat itu, Rasulullah dan Keluarga beliau juga sedang mengalami kesulitan yang sama, sejak tiga hari lalu mereka belum makan, Rasul pun mengetahui kondisi mereka, maka Fatimah pun mengambil kulit domba yang biasa dipakai Hasan-Husain untuk alas tidur kedunya.
" Ambillah ini, semoga bapak mendapatkan sesuatu yang lebih baik darinya " kata Fatimah sambil memberikan kulit itu. Orang tua itu berkata : " Wahai putri Nabi, aku mengadukan keadaanku yang lapar, tapi engkau hanya memberi kulit domba ini ? apa yang bisa aku perbuat dengan kulit ini? ".
Mendengar ucapan orang tua itu, Fatimah mengambil kalung yang dikenakanya dan hanya itulah satu-satunya milik yang paling berharga, diserahkanya kalung tersebut sambil berkata : " Ambillah ini dan juallah. Semoga Allah memberimu sesuatu yang lebih baik ".
Orang itupun menerima kalung itu  dengan gembira lalu pergi ke masjid untuk menjumpai Rasulullah, sesampainya di masjid ia menigatakan kepada Rasulullah : " Ya Rasulallah, Fatimah putrimu telah memberikan kalung ini dan ia berkata : " Juallah kalung ini, semoga Allah memberimu sesuatu yang lebih baik ".
Mendengar itu, Rasulullah pun menangis. Ammar pun berdiri seraya berkata : "Ya Rasulallah apakah anda mengizinkanku untuk membeli kalung itu? ". Rasulullah menjawab : ”Belilah wahai Ammar, sekiranya jin dan manusia ikut membelinya tentu Allah tidak akan menyiksa mereka dengan api neraka”. Ammar bertanya : ”Dengan harga berapa engkau akan menjual kalung itu wahai saudaraku?”.
Orang itu menjawab :”Seharga roti dan daging yang akan menghilangkan rasa laparku, selembar kain yaman yang akan menutupi auratku agar aku dapat shalat menghadap Rabbku dan satu dinar uang untuk pulang menemui keluargaku”.
Kemudian Ammar menjual bagian harta rampasan perang yang didapatkannya dari Rasulullah, tidak ada yang tersisa sedikitpun, ia berkata kepada orang arab baduy itu : "Anda akan saya beri uang 20 dinar 200 dirham, sehelai kain yaman, kendaraanku untuk mengantarkanmu sampai ke rumahmu dan rasa kenyang dari roti dan daging”.
Orang itu berkata : “Duhai, betapa pemurahnya tuan ini. Semoga Allah memberkahi anda wahai tuan yang mulia”.
Ammar mengajak orang itu ke rumahnya dan memberikan semua yang dijanjikan kepadanya. Kemudian orang itu menjumpai Nabi shallallahu alaihi wa sallam, yang kemudian berkata : ”Sudahkah anda kenyang dan berpakaian?” Orang itu berkata : "Sudah Ya Rasulallah, bahkan demi Allah, aku menjadi orang yang kaya saat ini”.
Rasulullah bersabda :”Jika demikian, balaslah Fatimah atas perbuatannya”.
Orang itu berdoa :” Ya Allah, sesungguhnya Engkau adalah Tuhan, kami tidak mengabdi melainkan hanya pada-Mu. Ya Allah berilah kepada Fatimah hal-hal yang tidak pernah terlihat oleh mata, tidak pernah terdengar oleh telinga dan tidak pernah terbayang oleh hati manusia”.
Rasulullah mengamini doa orang itu lalu menjumpai para sahabat seraya berkata : "Sesungguhnya Allah telah memberikan hal itu kepada Fatimah di dunia, demikian itu karena aku adalah ayahnya, tidak ada seorangpun yang semisal denganku, Ali adalah suaminya, tidak ada orang yang sebanding dengannya, Allah juga memberinya Hasan dan Husain tidak ada manusia yang semisal dengan keduanya di alam ini keduanya adalah pemimpin pemuda surga”.
Diantara sahabat mulia yang hadir saat itu adalah Miqdad ibn Amr, Ammar, dan Salman radhiyallahu anhum, Rasulullah bertanya : ”Maukah aku tambah lagi?” “Mau Ya Rasulallah”. Jawab mereka singkat.
Rasulullah bersabda :”Baru saja malaikat Jibril datang padaku dan berkata : ”Jika Fatimah telah dipanggil oleh Allah dan saat di kuburnya akan ditanya, siapa Tuhanmu? Maka ia menjawab : Tuhanku adalah Allah, kemudian ditanya: Siapakah Nabimu? Maka ia akan menjawab : Nabiku adalah ayahku. Siapa yang berziarah kepadaku setelah wafatku seolah dia mengunjungiku pada saat hidupku dan siapa yang berziarah kepada Fatimah, seakan ia berziarah kepadaku”.
Ammar pulang ke rumahnya mengambil kalung itu lalu meneteskan minyak misik dan membungkusnya dengan kain Yaman, ia memiliki seorang budak yang bernama Sahmun yang ia beli dari ghanimah yang didapatkannya saat perang kahibar. Kalung itu diserahkan kepada budaknya seraya berkata : ”Berikan ini kepada Rasulullah dan engaku sendiri aku hadiahkan untuk beliau”.
Budak itupun mengambil bungkusan kalung tersebut dan membawanya kepada Rasulullah lalu menyampaikan apa yang dikatakan Ammar. Rasulullah bersabda : "Pergilah kepada Fatimah, berikan kalung itu kepadanya dan engkau menjadi miliknya”.
Datanglah budak itu menyampaikan apa yang dikatakan Rasulullah kepada Fatimah, Fatimah lalu menerima kalung itu, kemudian membebaskan Sahmun dari statusnya sebagai budak. Sahmun pun tertawa.
Fatimah bertanya :” Apa yang membuatmu tertawa ya ghulam?” Sahmun berkata : "Betapa besarnya keberkahan kalung ini, inilah yang membuatku tertawa. Kalung ini telah mengenyangkan orang yang lapar, memberi pakaian orang yang telanjang, menjadikan kaya orang yang miskin dan memerdekakan seorang budak, lalu kembali kepada pemiliknya”.



Oleh : Ibnu Hasan Ath-Thobari

Sabtu, 13 Agustus 2011

cara hemat pulsa

Cara Hemat Pulsa       
Tarif ponsel naik memang menyesakkan dada. Namun ‘membuang' ponsel jelas tak mungkin dilakukan. Ponsel telah menjadi salah satu perangkat pendukung terpenting aktivitas sehari-hari. Sungguh menyebalkan jika tarifnya terus menanjak. Mungkin beberapa hal berikut bisa dilakukan untuk mensiasati agar pulsa tak menggelembung.
1. Ganti ke Pasca Bayar
Bagi yang masih memakai pra bayar segeralah beralih. Tak perlu khawatir harus berganti nomor. Sekarang hampir semua operator memberi kemudahan migrasi. Cukup datang ke kantor pusat layanan operator. Tarifnya jauh lebih murah. Sekedar contoh, tarif percakapan kartu Matrix pada jam sibuk (08.00 -22.00 WIB) per menit ke PSTN Rp. 503, 75 ; ke nomor sesama Indosat Rp. 812,5 ; dan ke seluler operator lain Rp. 910. Sementara pada Mentari pada waktu yang sama per menitnya ke PSTN Rp. 816 ; ke nomor sesama Indosat Rp. 1500 ; dan ke seluler operator lain Rp. 1713.

Bahkan belum lama ini Telkomsel dan Indosat meluncurkan paket kartu pasca bayar yang bisa dipilih sesuai kebutuhan. Bila jeli memilih, Anda bisa menikmati tarif yang lebih ekonomis lagi. Ada tiga paket dari Telkomsel yaitu: free roaming, free 150 SMS, dan free Abonemen. Sementara Indosat mengeluarkan paket Matrix bebas roaming dan free abonemen.
2. Kurangi Menelepon Pada Jam Sibuk Bersyukurlah bagi pelanggan operator yang menerapkan tarif flat. Tak dibedakan argo pulsa antara siang atau malam. Pada kartu pra bayar hanya Simpati dan IM3 Smart yang tidak menggunakan tarif flat. Sedangkan untuk kartu pasca bayar, hampir semua operator membedakan tarif percakapan pada peak hour dan offpeak/ hari libur & raya. Rata-rata tarif percakapan pada jam sibuk per menitnya lebih mahal hingga 25 persen.
3. Gunakan SMS dan Layanan SMS Gratis
Paling mahal tarifnya ‘cuma' Rp. 350. Sedangkan SMS internasional Rp 500. Komunikasi juga tak kalah asyik dibanding menelepon. Jika tak harus menelepon lebih baik pakai layanan SMS. Apalagi kini tak terbatas hanya 160 karakter. Tentu Anda harus mengaktifkan fitur ‘long messages' pada ponsel Anda. Jika sedang selancar internet, manfaatkan layanan SMS gratisan. Anda bisa menggunakan layanan dari sms.ac, yahoo2SMS,atau mtnsms.com. Di paket kartu Halo Anda bisa SMS gratis sebanyak 150 kali. Lumayan kan? 


4. Mulai Membiasakan Diri Dengan Layanan MMS
Ini lebih asyik lagi. Pesan bisa berupa gabungan suara, gambar, dan kata-kata sekaligus. Tak perlu khawatir dengan keterbatasan karakter. Sekali kirim bisa ribuan karakter. Dijamin uneg-uneg saat ‘curhat' bisa tertampung semua hanya dengan beberapa kali kirim MMS. Tarifnya paling mahal hanya Rp. 1250 per MMS. Bisa dihitung lagi dengan pasti. Bila menelepon pasti tidak akan terasa. Tahu-tahu pulsa jebol.
5. Mainkan Konten Ponsel
Pas sendiri atau berada di tempat yang ‘asing', pasti Anda sering cari-cari kesibukan. Kirim SMS atau menelepon biasanya menjadi pilihan pertama. Kalau sudah begitu pulsa pasti kedodoran. Tentu Anda tak mau kan? Untuk menghilangkan rasa suntuk, sudah saatnya isi ponsel dipakai semaksimal mungkin. Koleksi games dan ringtone bisa dimainkan. Agar tak membosankan rajin-rajinlah mengganti atau menambah koleksi itu. Biar tak ada lagi istilah bengong dan iseng menelepon teman setiap saat dimanapun Anda berada.
6. Manfaatkan layanan download gratis
Jangan terlalu banyak ‘korbankan' pulsa Anda untuk download games, ringtone, wallpaper. Kalau ada yang gratisan kenapa tidak. Memang sih Anda akan masih dibebani tarif akses data GPRS. Tetapi jangan terlalu khawatir sebab lumayan murah, rata-rata hanya Rp.25 per kilobite. Bahkan Mobile-8 cuma Rp. 5 per kilobite. Sedang harga konten gratis. Kunjungi saja situs semacam Tagtag.com. Koleksinya pun lumayan lengkap. Minimal bila tertarik pada konten yang disediakan content provider jangan buru-buru beli. Cari saja terlebih dulu di situs gratisan itu.


Note : hooo karena saya orang yang sangat boros pulsa :)
---------
sumber : telset magazine 
http://www.dudung.net/artikel-bebas/cara-hemat-pulsa.html

Jumat, 12 Agustus 2011

Ikhlas Untuk Memaafkan


Ikhlas memaafkan kesalahan  orang lain adalah suatu perbuatan yang tidak mudah, apalagi jika kesalahan yang dibuatnya adalah suatu kesengajaan untuk menyakiti hati kita. Tapi percayalah keikhlasan kita memaafkan orang yang berbuat salah pada kita akan membuat kita lebih tenang dalam menjalani kehidupan ini.
Sembilan tahun yang lalu aku adalah seorang ibu muda yang masih belajar untuk mengendalikan emosi dalam menjalani hidup berumah tangga. Aku dikaruniai seorang putri. Kami tinggal disalah satu kompleks perumahan yang rata2 dihuni oleh pasangan muda yang masing2 juga punya anak yang sebaya.

Mungkin ada saja orang yang selalu merasa lebih kaya, lebih alim, dan lebih pintar dari kita. Aku adalah orang yang bisa dibilang disepelekan oleh salah satu tetangga. Sering tahu2 diam dan nggak mau menyapa tanpa tahu aku salah apa, dan anakku selalu menangis jika bermain dan disitu ada anaknya dia.
Kubesarkan hati untuk selalu menyapanya, memberinya sesuatu untuk menghilangkan kebenciannya meski aku tak pernah tahu apa yang membuatnya marah atau membenciku, berdoa adalah kunci kekuatan hatiku, karena aku tahu Allah itu tidak pernah tidur, Allah maha melihat, juga maha mendengar.
Kadang aku bertanya pada diriku sendiri mungkinkah karena aku termasuk orang yang tidak mampu saat itu, tapi sudahlah kukubur semua prasangka burukku,karena aku nggak mau prasangkaku akan menjadi bumerang padaku dan keluargaku. Aku hanya yakin satu hal bahwa aku masih punya Tuhan yang tidak pernah meninggalkanku yang selalu akan mendengar doa2 setiap hambanya.
Waktu terus berlalu, dan Tuhan pun menjawab doaku. Suatu hari dia datang dan meminta maaf padaku. Meski aku tahu mungkin masih ada perasaan malu untuk mengakui kesalahannya. Aku rasanya berada di ujung langit yang begitu tinggi, karana aku telah menundukkannya dengan dia datang ke rumah dan mengucap kata maaf di depanku.
Semula susah sekali melupakan begitu saja kesalahan2 dan sikap2 nya yang selalu menyepelekanku apalagi terhadap anakku. Meski sampai sekarang aku tak pernah tahu apa yang membuatnya bersikap begitu. Apakah karena dia merasa lebih dan lebih di bandingkan aku, aku tak pernah menanyakannya. Dan bagiku itu tak perlu kutanyakan.
Kutanggapi permintaan maafnya dengan senyuman, meski dalam dadaku berkecamuk perasaan yang tidak karuan, antara ya dan tidak. Karena sembilan tahun bukanlah waktu yang singkat untuk kita bersabar menghadapi kelakuannya padaku dan anakku.

Untuk memunculkan keikhlasan dalam diriku tidaklah mudah. Beberapa malam susah pejamkan mata, susah khusyuk dalam sholat. Kusembunyikan p erasaan gundahku dari pandangan suamiku. Sampai suatu hari kusadari bahwa aku harus benar2 ikhlas memaafkannya, baru kurasakan ketenangan dalam hidup. Kuhilangkan perasaanku yang merasa menang atas permintaan maafnya padaku.
Aku yakin jika kita selalu ikhlas memaafkan kesalahan orang lain, kita akan selalu menemukan kemudahan, paling tidak untuk ketenangan batin kita, agar tidak selalu diselimuti oleh dendam.
Dan satu yang paling penting adalah kekuatan doa dan kesabaran adalah kunci dari keikhalasan untuk memaafkan setiap kesalahan.


adapted from; http://www.resensi.net/1022/2011/06/

Hati dan Apel

Kita ini satu kumpulan dalam sebuah ekosistem bernama dunia. Pun kumpulan itu kemudian terbagi-bagi dalam kumpulan selanjutnya bertajuk negara. Negara itu selanjutnya, demi kemudahan untuk mengatur semuanya. Dibentuklah bagian-bagian kecil di dalamnya.
Kita mengenal kumpulan-kumpulan kecil dalam kehidupan kita. Bertetangga, lingkungan kerja, sekolah dan lainnya pula. Di tengah-tengah kumpulan itu pun satu sama lain saling menjalin hubungan. Baik itu pertemanan, persahabatan, atau yang lebih dekat lagi, ialah persaudaraan. Meskipun darah tak menjalinkan hubungan kita. Namun, seringkali hubungan-hubungan itu begitu kentalnya, hingga entah mengapa, bisa mengalahkan kekentalan tetesan darah.
Apalah yang kita harapkan dari sebuah hubungan kawan..? Tentu ketulusan adalah satu hal spesifik yang kita tuntut dari siapa yang kita sayang, sekaligus nampak dalam pikiran kita, bahwa ia pun menyayangi kita. Bisa jadi, ada di antara kita yang merasa telah sepenuh hati berusaha membuktikan ketulusan itu dengan tindakan, sikap dan kata-kata kepada siapa yang dicintainya sebagai apapun dalam hidupnya. Sehingga ia merasa sudah sepantasnya mendapatkan perlakuan yang sama sebagai balasan dari yang dicintainya itu. Mungkin.. Kebanyakan kita merasakan hal yang sama. Betapa senang dan bahagianya, jika harapan kita itu wujud dan memang dihadirkan dengan kesungguhan yang sama dari orang yang kita cintai. Tentu itu rasa yang luar biasa.
Betapa berharganya sebuah cinta yang melingkupi hubungan pertemanan, persahabatan dan persaudaraan. Menyejukkan setiap hati yang bernaung di bawahnya. Melembutkan jiwa setiap insan yang berasik-asik di dalamnya. Kemudian pribadinya membening dengan kesetiaan yang teraplikasi nyata dalam seluruh gerak-gerik dan perilakunya terhadap siapa yang dicintainya itu. Perhatian, pemakluman, teguran penuh cinta, mengingatkan dengan sayang, dan memberitahu sepenuh sayang. Maka hati kita kala itu, adalah sebuah kristal jernih yang seketika ada debu, sekejap kemudian, telah hilang oleh kesucian cinta kasih dan sayang.
Tetapi, kemanusiaan kita ini. Kadang merupakan jiwa-jiwa pelupa. Sesekali, hatinya goyah oleh setitik kerapuhan yang tumbuh seiring ketangguhan akal yang Allaah karuniakan. Bahkan insting kita sangat peka menangkap ‘ketidakbenaran’ nun jauh di depan sana, sekalipun itu terjadi dalam satu ruang bernama ‘rahasia’. Kemudian betapa, rasa penasaran, untuk menemukan kebenaran yang kita inginkan, kemudian menghalangi kita dari sebuah sifat para orang shalih yang seringkali kita dengar. Apa itu.. Husnudzan, bersangka baik. Seketika kesungguhan kita untuk mencintai, terkalahkan oleh keinginan menemukan ‘cela’ pada saudara kita. Bahkan kita melakukan itu di belakang, layaknya seorang keji yang menikam mangsanya dengan sikap pengecut.
Tak banyak yang mampu menikam jika bukan karena sedikit rasa ‘tidak suka’ yang ada dalam dadanya. Sesungguhnya hati itu sedang sakit karena rasa tidak sukanya. Kemudian ketika ia berusaha mencari titik kesalahan pada diri yang tidak disukanya itu. Sesungguhnya pula ia sedang memperparah sakitnya. Seperti sebuah luka yang kemudian disiramkan padanya air keras. Ia menambahkan nyeri yang perih pada hatinya.
Jika hati itu buah apel. Buah apelnya telah berisi ulat. Ketika tumbuh prasangka tidak baik pada hatinya, maka ulat itu mulai menggerogoti apel sedikit demi sedikit. Kemudian hati itu menggerakkan pikir dan raganya untuk mengorek-ngorek kesalahan yang ada dalam sangkaannya. Maka ulat-pun telah menghabiskan apel. Hingga hati itu gelap, tertutup benci pada seseorang yang mungkin awalnya kita sayang atau kita hormati.

Sekali lagi.. Jiwa kita memang jiwa yang pelupa. Sedangkan janji dan jaminan surga, telah diberikan kepada seorang shahabat pada zaman Rasuulullaah Muhammad, yang tak pernah menjadi khalifah. Namun, ia kan berada di surga bersama ‘Ali, Abu Bakar, Ustman dan Umar. Jaminan surga yang dimaklumatkan oleh Rasuulullaah dalam satu waktu shalat. Jaminan surga, yang kemudian diceritakan dalam shirah, didapatkannya karena membersihkan hatinya dari prasangka kepada semua orang yang ditemui dari pagi hingga malam hati. Sehingga kebencian tidak tumbuh dalam hatinya.
Jaminan surga itu, memang sebuah bintang terang yang berada di ujung impian kita. Namun, adakah apel yang keropos dimakan ulat, akan sampai di rak makanan di supermarket terbaik..??
Hiks.. Duhai hati.. Jadilah apel yang segar. Singkirkan ulat dari celah-celah kulit dan dagingmu.


adapted from :http://putrigobel.com/hati-dan-apel.html#more-540