Bismillah Pictures, Images and Photos

Kamis, 18 Agustus 2011

Lirik Lagu Sindentosca Kepompong



dulu kita sahabat
teman begitu hangat
mengalahkan sinar mentari
*courtesy of LirikLaguIndonesia.net
dulu kita sahabat
berteman bagai ulat
berharap jadi kupu-kupu

* kini kita melangkah berjauh-jauhan
kau jauhi diriku karna sesuatu
mungkin ku terlalu bertindak kejauhan
namun itu karna ku sayang

reff:
persahabatan bagai kepompong
mengubah ulat menjadi kupu-kupu
persahabatan bagai kepompong
hal yang tak mudah berubah jadi indah

persahabatan bagai kepompong
maklumi teman hadapi perbedaan
persahabatan bagai kepompong
na na na na na na na na na

semua yang berlalu
biarkanlah berlalu
seperti hangatnya mentari

siang berganti malam
sembunyikan sinarnya
hingga ia bersinar lagi

** dulu kita melangkah berjauh-jauhan
kau jauhi diriku karna sesuatu
mungkin ku terlalu bertindak kejauhan
namun itu karna ku sayang

repeat reff

Source: http://liriklaguindonesia.net/s/sindentosca/sindentosca-kepompong/#ixzz1VOGoLNEm

Rabu, 17 Agustus 2011

Keberkahan Seuntai Kalung Putri Rasul Yang Mulia

"Kalung yang mengenyangkan orang lapar, menutupi yang telanjang dan mencukupi yang miskin serta membebaskan seorang budak".
Seusai shalat berjamaah, Rasulullah saw duduk dan para sahabat melingkari beliau tiba-tiba datang seorang tua yang hampir saja tak berdaya menopang tubuhnya karena lapar.
Orang tua itu berkata : " Ya Rasulallah, aku kelaparan, berilah aku makan, aku tidak punya pakaian, beri aku pakaian dan aku miskin beri aku kecukupan ". Rasul yang dermawan itu berkata : " Aku tak punya apapun untukmu, akan tetapi orang yang memberi petunjuk kepada kebaikan ganjarannya sama dengan orang yang melakukannya, karena itu cobalah datang ke rumah orang yang mencintai Allah dan RasulNya dan dicintai oleh Allah dan RasulNya, tentu dia akan mendahului Allah ketimbang dirinya sendiri, pergilah ke rumah Fatimah, hai Bilal, tolong antarkan ia ke rumah Fatimah.
Maka berangkatlah mereka ke rumah putri Rasul yang mulia Fatimah, sesampainya didepan rumah Fatimah, ia memanggil dengan suara keras : assalamu`alaikum, wahai keluarga Nabi shallallahu alaihi wa sallam, keluarga dimana Jibril as menurunkan alqur`an dari Rab semesta alam ".

Setelah menjawab salam, Fatimah bertanya : " siapakah bapak? " Ia menjawab : " aku orang tua dari suku arab baduy, aku telah bertemu ayahmu, pemimpin umat manusia, sementara aku wahai putri Rasul, adalah orang yang tidak berpakaian, lapar dan miskin, bantulah aku, semoga Allah memberkahimu ".
Saat itu, Rasulullah dan Keluarga beliau juga sedang mengalami kesulitan yang sama, sejak tiga hari lalu mereka belum makan, Rasul pun mengetahui kondisi mereka, maka Fatimah pun mengambil kulit domba yang biasa dipakai Hasan-Husain untuk alas tidur kedunya.
" Ambillah ini, semoga bapak mendapatkan sesuatu yang lebih baik darinya " kata Fatimah sambil memberikan kulit itu. Orang tua itu berkata : " Wahai putri Nabi, aku mengadukan keadaanku yang lapar, tapi engkau hanya memberi kulit domba ini ? apa yang bisa aku perbuat dengan kulit ini? ".
Mendengar ucapan orang tua itu, Fatimah mengambil kalung yang dikenakanya dan hanya itulah satu-satunya milik yang paling berharga, diserahkanya kalung tersebut sambil berkata : " Ambillah ini dan juallah. Semoga Allah memberimu sesuatu yang lebih baik ".
Orang itupun menerima kalung itu  dengan gembira lalu pergi ke masjid untuk menjumpai Rasulullah, sesampainya di masjid ia menigatakan kepada Rasulullah : " Ya Rasulallah, Fatimah putrimu telah memberikan kalung ini dan ia berkata : " Juallah kalung ini, semoga Allah memberimu sesuatu yang lebih baik ".
Mendengar itu, Rasulullah pun menangis. Ammar pun berdiri seraya berkata : "Ya Rasulallah apakah anda mengizinkanku untuk membeli kalung itu? ". Rasulullah menjawab : ”Belilah wahai Ammar, sekiranya jin dan manusia ikut membelinya tentu Allah tidak akan menyiksa mereka dengan api neraka”. Ammar bertanya : ”Dengan harga berapa engkau akan menjual kalung itu wahai saudaraku?”.
Orang itu menjawab :”Seharga roti dan daging yang akan menghilangkan rasa laparku, selembar kain yaman yang akan menutupi auratku agar aku dapat shalat menghadap Rabbku dan satu dinar uang untuk pulang menemui keluargaku”.
Kemudian Ammar menjual bagian harta rampasan perang yang didapatkannya dari Rasulullah, tidak ada yang tersisa sedikitpun, ia berkata kepada orang arab baduy itu : "Anda akan saya beri uang 20 dinar 200 dirham, sehelai kain yaman, kendaraanku untuk mengantarkanmu sampai ke rumahmu dan rasa kenyang dari roti dan daging”.
Orang itu berkata : “Duhai, betapa pemurahnya tuan ini. Semoga Allah memberkahi anda wahai tuan yang mulia”.
Ammar mengajak orang itu ke rumahnya dan memberikan semua yang dijanjikan kepadanya. Kemudian orang itu menjumpai Nabi shallallahu alaihi wa sallam, yang kemudian berkata : ”Sudahkah anda kenyang dan berpakaian?” Orang itu berkata : "Sudah Ya Rasulallah, bahkan demi Allah, aku menjadi orang yang kaya saat ini”.
Rasulullah bersabda :”Jika demikian, balaslah Fatimah atas perbuatannya”.
Orang itu berdoa :” Ya Allah, sesungguhnya Engkau adalah Tuhan, kami tidak mengabdi melainkan hanya pada-Mu. Ya Allah berilah kepada Fatimah hal-hal yang tidak pernah terlihat oleh mata, tidak pernah terdengar oleh telinga dan tidak pernah terbayang oleh hati manusia”.
Rasulullah mengamini doa orang itu lalu menjumpai para sahabat seraya berkata : "Sesungguhnya Allah telah memberikan hal itu kepada Fatimah di dunia, demikian itu karena aku adalah ayahnya, tidak ada seorangpun yang semisal denganku, Ali adalah suaminya, tidak ada orang yang sebanding dengannya, Allah juga memberinya Hasan dan Husain tidak ada manusia yang semisal dengan keduanya di alam ini keduanya adalah pemimpin pemuda surga”.
Diantara sahabat mulia yang hadir saat itu adalah Miqdad ibn Amr, Ammar, dan Salman radhiyallahu anhum, Rasulullah bertanya : ”Maukah aku tambah lagi?” “Mau Ya Rasulallah”. Jawab mereka singkat.
Rasulullah bersabda :”Baru saja malaikat Jibril datang padaku dan berkata : ”Jika Fatimah telah dipanggil oleh Allah dan saat di kuburnya akan ditanya, siapa Tuhanmu? Maka ia menjawab : Tuhanku adalah Allah, kemudian ditanya: Siapakah Nabimu? Maka ia akan menjawab : Nabiku adalah ayahku. Siapa yang berziarah kepadaku setelah wafatku seolah dia mengunjungiku pada saat hidupku dan siapa yang berziarah kepada Fatimah, seakan ia berziarah kepadaku”.
Ammar pulang ke rumahnya mengambil kalung itu lalu meneteskan minyak misik dan membungkusnya dengan kain Yaman, ia memiliki seorang budak yang bernama Sahmun yang ia beli dari ghanimah yang didapatkannya saat perang kahibar. Kalung itu diserahkan kepada budaknya seraya berkata : ”Berikan ini kepada Rasulullah dan engaku sendiri aku hadiahkan untuk beliau”.
Budak itupun mengambil bungkusan kalung tersebut dan membawanya kepada Rasulullah lalu menyampaikan apa yang dikatakan Ammar. Rasulullah bersabda : "Pergilah kepada Fatimah, berikan kalung itu kepadanya dan engkau menjadi miliknya”.
Datanglah budak itu menyampaikan apa yang dikatakan Rasulullah kepada Fatimah, Fatimah lalu menerima kalung itu, kemudian membebaskan Sahmun dari statusnya sebagai budak. Sahmun pun tertawa.
Fatimah bertanya :” Apa yang membuatmu tertawa ya ghulam?” Sahmun berkata : "Betapa besarnya keberkahan kalung ini, inilah yang membuatku tertawa. Kalung ini telah mengenyangkan orang yang lapar, memberi pakaian orang yang telanjang, menjadikan kaya orang yang miskin dan memerdekakan seorang budak, lalu kembali kepada pemiliknya”.



Oleh : Ibnu Hasan Ath-Thobari

Sajak Orang Lapar



kelaparan adalah burung gagak
yang licik dan hitam
jutaan burung-burung gagak
bagai awan yang hitam


o Allah !
burung gagak menakutkan
dan kelaparan adalah burung gagak
selalu menakutkan
kelaparan adalah pemberontakan
adalah penggerak gaib
dari pisau-pisau pembunuhan
yang diayunkan oleh tangan-tangan orang miskin


kelaparan adalah batu-batu karang
di bawah wajah laut yang tidur
adalah mata air penipuan
adalah pengkhianatan kehormatan


seorang pemuda yang gagah akan menangis tersedu
melihat bagaimana tangannya sendiri
meletakkan kehormatannya di tanah
karena kelaparan
kelaparan adalah iblis
kelaparan adalah iblis yang menawarkan kediktatoran


o Allah !
kelaparan adalah tangan-tangan hitam
yang memasukkan segenggam tawas
ke dalam perut para miskin


o Allah !
kami berlutut
mata kami adalah mata Mu
ini juga mulut Mu
ini juga hati Mu
dan ini juga perut Mu
perut Mu lapar, ya Allah
perut Mu menggenggam tawas
dan pecahan-pecahan gelas kaca


o Allah !
betapa indahnya sepiring nasi panas
semangkuk sop dan segelas kopi hitam


o Allah !
kelaparan adalah burung gagak
jutaan burung gagak
bagai awan yang hitam
menghalang pandangku
ke sorga Mu


WS RENDRA

Senin, 15 Agustus 2011

Beberapa Hal Tentang Kerinduan


oleh Novita Wahyu Wulandari pada 28 Februari 2011

Kerinduan adalah gelontor dosa yang tak turut tertimbang pada penghisaban amal perbuatan. Khayal!
Taukah kamu apa itu Rindu? Bisakah kamu jelaskan kepada saya? Atau Bolehkah saya definisikan sendiri?

Yaa, Dua.

Saya merindukan tentang ini:
alunan arloji yang seakan menghentak, memadupadankan matahari dan langitnya agar sempurna terang membiru.

Sudah Pagi!

Sepulang mengaji Subuh pasti saya tertidur dan pukul setengah tujuh baru bangun, bergegas mandi dan Sarapan. Tak pernah ada rasa was-was terlambat kesekolah. Jarak rumah saya dan sekolah hanya empat meter, berbatas pagar tak terlalu tingGi yang bisa saja saya jadikan akses eksklusif untuk tiba disekolah :D

Minggu, 14 Agustus 2011

Open Your Eyes- Maher Zain


Open Your Eyes
Look around yourselves
Can't you see this wonder
Spreaded infront of you
The clouds floating by
The skies are clear and blue
Planets in the orbits
The moon and the sun
Such perfect harmony

Let's start question in ourselves
Isn't this proof enough for us
Or are we so blind
To push it all aside..
No..

We just have to
Open our eyes, our hearts, and minds
If we just look bright to see the signs
We can't keep hiding from the truth
Let it take us by surprise
Take us in the best way
(Allah..)
Guide us every single day..
(Allah..)
Keep us close to You
Until the end of time..

Look inside yourselves
Such a perfect order
Hiding in yourselves
Running in your veins
What about anger love and pain
And all the things you're feeling
Can you touch them with your hand?
So are they really there?

Lets start question in ourselves
Isn't this proof enough for us?
Or are we so blind
To push it all aside..?
No..

We just have to
Open our eyes, our hearts, and minds
If we just look bright to see the signs
We can't keep hiding from the truth
Let it take us by surprise
Take us in the best way
(Allah..)
Guide us every single day..
(Allah..)
Keep us close to You
Until the end of time..

When a baby's born
So helpless and weak
And you're watching him growing..
So why deny
Whats in front of your eyes
The biggest miracle of life..

We just have to
Open our eyes, our hearts, and minds
If we just look quiet we'll see the signs
We can't keep hiding from the truth
Let it take us by surprise
Take us in the best way
(Allah..)
Guide us every single day..
(Allah..)
Keep us close to You
Until the end of time..

Open your eyes and hearts and minds
If you just look bright to see the signs
We can't keep hiding from the truth
Let it take us by surprise
Take us in the best way
(Allah..)
Guide us every single day..
(Allah..)
Keep us close to You
Until the end of time..

Allah..
You created everything
We belong to You
Ya Robb we raise our hands
Forever we thank You..


Perjalanan Panjang :)

Tidak terasa memang aku sudah benar-benar hampir menempuh ujian nasional lagi.
Tiga tahun yang lalu saat aku merasa tertekan dengan beban siswa kelas 9 SMP, dan sekarang tanggung jawab itu semakin nyata didepan mata. Bukan lagi anak SMP tapi sekarang SMA yang pasti harus jauh lebih matang persiapannya.

Perjalanan yang panjang kadang terasa lebih singkat ketika kita menikmati dengan keikhlasan, tapi apakah perjalananku demikian?


Sudah saatnya aku memperbaiki program belajarku, mengurangi hal-hal yang sekiranya memanggu konsentrasi belajar (kalau fb sama blog bisa g ya heheh:D)

Well, aku bukan anak kecil lagi sekarang, nggak pantes merengek-rengek lagi, aku harus bisa mandiri, harus bisa bersikap adil pada diriku sendiri.



Dan Do'aku kali ini:
Ya Alloh Ya Robb, Seperti biasa tanpa ada rasa sedikitpun menyuruh dan memaksa Mu, masih dengan keadaan yang serendah-rendahnya, Lancarkanlah usaha hamba dalam menuntut Ilmu dijalan Mu, bimbinglah hamba ketika hamba lalai, jadikanlah usaha hamba ini sebagai ibadah yang Engkau berkahi...

Berikan kemudahan kepada semua hamba Mu yang sedang menuntut ilmu:

“Allaahumma akhrijnaa min zhulumaatil wahmi, wa-akrimnaa binuuril fahmi, waftah’alainaa bi ma’rifatik, wasahhii lanaa abwaaba fadhlika yaa arhamar raahimiin”

artinya;
“Ya Allah, keluarkanlah kami dari kegelapan prasangka, muliakanlah kami dengan cahaya kefahaman, bukakanlah kepada kami makrifatMu, dan mudahkanlah untuk kami dalam menggapai pintu-pintu anugerahMu, wahai Dzat yang paling penyayang.”


اَللَّهُمَّ نَوِّرْ قَلْبِيْ بِنُوْرِ هِدَايَتِكَ كَمَا نَوَّرْتَ ﭐلأَرْضِ بِنُوْرِ شَمْسِكَ أَبَدًا بِرَحْمَتِكَ يَآ أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

“ Ya Allah, terangilah hatiku dengan cahaya petunjuk-Mu sebagaimana Engkau bumi dengan matahari-Mu selama-lamanya, Ya Allah Yang Maha Mengasihani. ”


اَللَّهُمَّ ﭐفْتَحْ عَلَيْنَا حِكْمَتَكَ وَﭐنْشُرْ عَلَيْنَا مِنْ خَزَائِنِ رَحْمَتِكَ يَآ أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

“ Ya Allah, bukakanlah ke atas kami hikmat-Mu dan limpahkanlah ke atas kami khazanah-Mu, Wahai Allah Yang Maha Pemurah Lagi Maha Penyayang. ”



اَللَّهُمَّ اَلْهِمْنِيْ رَشْدِيْ وَأَعِذْنِى مِنْ شَرِّ نَفْسِيْ

“ Ya Allah, ilhamkanlah kepadaku kecerdasan dan lindungilah dari kejahatan nafsuku.” 


Do'a agar dijauhkan dari sifat malas:

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُبِكَ مِنَ الهَمِّ وَالحَزَنْ وَأُعُوْذُبِكَ مِنَ العَجْزِ وَالكَسَلْ وَأَعُوْذُبِكَ مِنَ الجُبْنِ وَالبُخْلِ وَأَعُوْذُبِكَ مِنَ غَلَبَةِ الدَّيْنِ وَقَهْرِ الرِّجَالِ

“ Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung pada-Mu dari rasa sedih gelisah dan aku berlindung pada-Mu dari sifat lemah dan malas, dan aku berlindung pada-Mu dari sikap pengecut dan bakhil, dan aku berlindung pada-Mu dari cengkaman hutang dan penindasan orang (aniaya). ”
aaamiiin Allohuma aaamiin :) 


note ; gambar dan do'a dalam bahasa arab _from googleimage.com

Kak, Zora ingin menjadi Pemimpin!


oleh Novita Wahyu Wulandari pada 24 November 2010
 
Bermula,Telah seminggu lebiH adik perempuanku Zora tekapar lemah dibilik RumahSakit.Dikotaku.
Terlihat begitu tidak berdayanya dia.Kontras dengan keseharian nya.Ceria. Riang . Aktif. Tak mau diam.

Umurnya baru enam tahun. Baru pula menginjakkan kaki mungIl itu dilantai formal sekolah Dasar Islam Ternama dan Berkualitas. Dia memang Cerdas.

Aku masiH ingat betul hari pertama ia masuk sekolah, sejak subuh dia sudah bangun . Seperti Biasa shalat berjama'ah Ayah, Bunda, Aku, Zora dan Lanang adik bungsuku.

Betapa air wajah menyemburat semangat yang luar biasa. Sesekali bercermin mengenakan seragam. Berdumal sendiri berlatiH memperkenal kan diri. Aaaah, lucu sekali adikku itu.
Tawaku meledak ketika ia nampak kecewa meliHat EksPresi wajahnya yang sulit diatUr.

Cerita hari ketiGAnya masuk sekolah :
"Kak,tadi Zora terpilih jadi Kandidat ketua kelas..."tutur zora dengan nafas panjang
"wah keren tuh Dek,terus kepiliH nggak?" sahutku

wajah mungil nan lugu itu memang nampak kecewa, matanya yang bening dan benarbenar suci itU terlihat sayu

"Zoraaa, kenapa sayang?" lembuT tuTurku dan ku belai kepalanya yang berlapis Kain Ke Islaman.
Zora masih saja diam. Sepi. Hanya sesekali terdengar entah musik apa dari Luar sana.

"kata Gurunya Perempuan tidak pantas kak menjadi ketua kelas" nada rendah penuh kecewa
aku menghela nafas panjang,kuatUr dudukku agar lebiH nyaman, kuhadapkan badan dan wajah Zora didepanku.

Menatapnya lamatlamat.Dan senyum tak terlupa ku gantung pada Bibir ku.

"Zoraaa, mungkin yang dimaksud Guru mu itU biar anak lelaki saja yang menjadi pemimpin dikelasmu.Supaya dia lebiH bisa menjaga temanteman mu..." belum selesai aku bicAra, suara kecil dan lembuT menyambAr

"Kak Farah kok malah membela Guru Zora sih?" dia sangat kecewa.Lari meninggalkan ku terPaku sendiri"Zora sayang,kakak belum selesai bicAra "hatiku menjerit.Sampai haBis tak terliHat lagI punggung adikku yang berlari maju.
Sampai tibA kamu berbaring berhari hari disini.Belum sempat kita bicara lagI tentang ini,setelah kejadian itU zora tak menyapaku,senyum nya selalu getir,tak memberiku kesempatan untUk mengHiburnya.Ya,mungkin hatinya sakit dan jengkel.

Zora,taukah kamu sayang.Hati kakak lebiH sakit kau diamkan.Seperti apapun usaha kakak mendEkatimu,membujuk dan memberimu yang menjadi kesenangan mu tetap saja kamu diam

Sayang,kakak juga tidak sepaham dg pendapat gurumu bAhwa perempuan tidak pantas menjadi pemimpin.
Mungkin saat itu kamu juga ingIn seperti kakak yang bisa menjadi KetUa Osis disekolah kakak.

Tapi kita berbeDa Zoraa...

Tetap saja.Tetap saja dan Tetap Saja Kakak bangga sama kamu.Maafkan Kakak,

Setelah Seminggu ini kamu samasekali diam.Hanya nafas dan terkadang airmatamu yang meleleh yang seolah memberikan petUnjuk bahwa kamu bernyawa.


.Kakak merindukan mu,kakak merindu saat saat kamu menyelinap masuk kamar kakak dan tertidur diranjang kakak, terkadang usil memberantak,menyembunyikan Buku Pelajaran kakak dan Tawa kecil kegElian mu meliHat kebingungan kakak mencri buku. Zora, bangun sayang .Izinkan kakak melanjuTkan keterangan tentang sepants apa perempuan menjadi pemimpin,dengarkan kakak mengambil tauladan muslimah yang pasti akan membuatmu semakin yakin dan tertarik.Betapa istimewanya kita perempuan.

Ayo Sayang,buka matamu...
Kami merindukan mu..."

katakan lagI sayang "Kak, Zora ingIn menjadi pemimpin" katakan laGi Kakak ingIn mendEngar kembAli:)



gambar from : Googleimage.com